Tanjungbalai, Rabu, 03 Juni 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi serta meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, STAI Nurul Ilmi Tanjungbalai bersama STIT Al-Washliyah Binjai melaksanakan Seminar Nasional yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) pada Rabu, 03 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antarlembaga pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam berbagai bidang akademik maupun kelembagaan.
Seminar Nasional yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mengusung tema “Profesionalisme Guru dan Dosen dalam Peningkatan Mutu Karya Ilmiah di Era Abad ke-21.” Tema ini dipilih sebagai respons terhadap tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan transformasi digital.



Pada kesempatan tersebut, seminar menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Fauzi Ananda, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Nurul Ilmi Tanjungbalai, serta Dr. Sahlan, M.Pd. Kedua pemateri menyampaikan berbagai materi yang menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme guru dan dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, inovatif, dan memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun masyarakat.
Dalam pemaparannya, Dr. Fauzi Ananda menegaskan bahwa profesionalisme seorang pendidik tidak hanya diukur dari kemampuan mengajar di dalam kelas, tetapi juga dari produktivitas dalam melaksanakan penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, karya ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan tinggi sekaligus menjadi sarana untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di era modern.
Sementara itu, Dr. Sahlan, M.Pd. menyampaikan bahwa tantangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru dan dosen untuk terus meningkatkan kompetensi, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi. Dengan demikian, karya ilmiah yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di dunia pendidikan.


Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan seminar. Para dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika yang hadir mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan aktif berdiskusi bersama narasumber. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik baik dalam pengembangan kompetensi akademik.
Selain seminar nasional, agenda utama kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara STAI Nurul Ilmi Tanjungbalai dan STIT Al-Washliyah Binjai. Kerja sama tersebut menjadi landasan resmi bagi kedua institusi untuk melaksanakan berbagai program kolaboratif di masa mendatang, seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan seminar ilmiah, pelatihan akademik, publikasi ilmiah, hingga berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.


Melalui penandatanganan kerja sama ini, kedua perguruan tinggi menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat budaya akademik, serta menciptakan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
STAI Nurul Ilmi Tanjungbalai berharap kerja sama yang telah terjalin ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi seluruh sivitas akademika kedua institusi, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Semangat kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global di era abad ke-21.



